Feeds:
Pos
Komentar

matrix-bank-of-america-merryll-lynch

“…there’s a 20%-50% chance that we’re living in the matrix — meaning that the world we experience as ‘real’ is actually just a simulation.“ –  Bank of America Merrill Lynch

Ini kabar menggegerkan yang dirilis Bank of America – Merrill Lynch kemarin: bahwa kemungkinan besar, umat manusia sejagat, tak menyadari sedang tersesat. Tak paham, sudah dikerangkeng. Dikontrol oleh segelintir pihak. Dijerumuskan ke dalam dunia matrix. Alam palsu, yang Lanjut Baca »

Facebook is not a tech company

“We are a tech company, not a media company. Facebook was  a technology company. We build the tools, we do not produce any content” – Mark Zuckerberg, Founder & CEO Facebook.

Ini salah kaprah tentang Facebook. Gara-gara popular sebagai platform media sosial, maka banyak yang mengira, bahwa Facebook adalah perusahaan media. Lanjut Baca »

 

Adu Jotos

 

Ignorance does not refer to ‘not-knowing the other’, rather means to ‘knowing more or only the negative side of the other.’ It is often articulated by the vested groups and so can be identified as ‘articulated ignorance’ of the other.” – Edward Said, professor of literature at Columbia University, a public intellectual, and a founder of the academic field of post-colonial studies.

 

Ini peringatan bagi para provokator. Atau pengguna media sosial, yang gemar mem-posting pesan ujaran kebencian (hate speech). Mulai sekarang, berhati-hatilah kala bermedia sosial. Lanjut Baca »

 

Wartawan dalam ancaman

Jurang ketimpangan informasi abad ke-21 bukan memisahkan antara para pemilik akses koneksi Internet dan yang tidak memiliki akses tersebut. Melainkan antara yang bisa menciptakan pengetahuan, dan mereka yang sekadar mengkonsumsi konten secara pasif, tanpa mau berkembang dan belajar lebih jauh,” – Bill Kovach, pendiri Committee of Concerned Journalist, dan penasehat senior Project for Excellence in Journalism. Berdua bersama Tom Rosenstiel, Bill Kovach adalah penulis Buku “The Elements of Journalism”, yang meraih penghargaan Goldsmith Prize dari Harvard University.

 

Di posting sebelumnya, ini serta yang ini, kita sudah belajar contoh efek media. Bagaimana pemberitaan media yang bias dan distortif, bisa berdampak buruk, bagi semua pihak yang terkait. Berefek secara sosial-politik-ekonomi maupun budaya di level antar-bangsa. Bahkan mempengaruhi keselamatan dan keamanan bernegara.

Faktanya, pemberitaan bernada tendensius dan berbau SARA (suku-agama-ras-antar-golongan), belakangan tercatat mengalami Lanjut Baca »

Brexit Kill Ads

 

“…I think the Brexit means that as a political matter, you have to take working class viewpoints seriously. And you have to be open to the possibility, that traditional measures of polling, are underestimating the political impact of those opinions.” – Henry Olsen, a senior fellow at the Ethics and Public Policy Center, who tracks conservative politics in the United States and Europe.

 

Otopsi Penyebab Kegagalan Memprediksi Hasil Referendum Brexit:

Bagi para analis, hasil referendum Brexit di Inggris 23 Juni 2016 silam, adalah contoh “malapetaka komunikasi”, yang sangat disesalkan. Makanya, tak lama setelah berakhirnya referendum Brexit, terbitlah aspirasi Bremain. Serta sikap penyesalan Bregret. Lanjut Baca »

Brexit Effect 1

 

“The media has more influence in telling people what to think about than telling them what to think.” – David Deacon, Loughborough’s professor of communication and media analysis.

Referendum British Exit (disingkat Brexit) pekan lalu, hasilnya mengagetkan. Bertolak-belakang samasekali, dibanding yang diramalkan survey kebanyakan. Secara tak terduga, saat last minute, jajak pendapat ternyata didominasi suara yang menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa. Aspirasi yang ingin Inggris “leave” dari Uni Eropa, unggul tipis dari yang ingin “remain”. Skor-nya 52% versus 48%.

Adalah The Sun –tabloid paling laku di Inggris dengan 2,2 juta pembaca harian dan 14,4 juta pembaca bulanan–  yang dianggap “bertanggung jawab” Lanjut Baca »

Decentralized Web

 

We’re on the edge of finding that a company can get to the point where actually it will control everything everybody sees. It will decide which friends’ posts and which news articles a person sees. And we realise that we’re talking about one big corporation suddenly having complete control over somebody’s view of the planet on which they live. It’s a constant battle and we are very close to it all the time. “ — Sir Tim Berners-Lee, creator of the world wide web, warned that the internet has come under the control of large companies and governments.

Dari San Francisco, sejumlah tokoh dan pionir Internet menyampaikan peringatan keras bagi kita semua. Menurut mereka, jejaring Internet global, kini sedang diselewengkan ke arah yang salah. Indikatornya, Internet dinilai gagal mewujudkan harapan kehidupan yang lebih baik. Tak seperti yang dibayangkan oleh para inventor dan penggagasnya di awal dulu. Bukannya memberdayakan, Internet ditengarai berpotensi bisa membunuh kreativitas. Bahkan, jika tak segera diperbaiki, akan semakin membawa kemanusiaan ke era kegelapan Digital Lanjut Baca »