Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2009

Resesi ternyata tiba lebih cepat dari yang disangka. Pas bertepatan dengan meruaknya The Age of the Customer-Controlled. Terjadinya penurunan daya beli, malah berakibat justru bikin klien kian pegang kendali. Mereka tak mau lagi didikte dan dipengaruhi, apa yang musti dibeli. Cara pembeli memenuhi kebutuhannya, ternyata telah sangat berubah. Banjir informasi, kemudahan akses Internet dan tersedianya aneka pilihan, kian bikin klien kritis mendefinisikan apa kebutuhan, dan yang harus dibeli. Lantas apa hubungannya dengan fenomena Downward Mobility? Apa benar, harga murah adalah satu-satunya cara bikin klien tertarik belanja saat resesi? Kenapa jualan secara paket justru tak disarankan saat ini? (lebih…)

Read Full Post »

Katanya heroik? Kok tak ikut mengubah keadaan?
Katanya ingin perubahan? Kok tak ikhlas turut dalam proses ke sana?
Katanya Ingin Indonesia lebih baik? Kok malah milih pelesir ketimbang nyontreng?
(coretan di kertas kumal yg saya temukan dlm perjalanan ke TPS)

 

Tanpa sadar, dalam Pemilu 9 April 2009 hari ini, kita sedang menjalankan konsep New Wave Marketing. Yakni konsep yang memposisikan konsumen pemilih sebagai sentral sekaligus faktor determinan. Bahwa produk atau hasil akhir Pemilu ini, ditentukan justru oleh kontribusi co-creation masyarakat sendiri. Mau milih bentuk anggota legislative kelak bulat, lonjong, persegi? Warnanya mau merah, kuning, hijau, putih, biru, atau warna pelangi? Isinya pribadi yang utuh, penyok atau bolong dan busuk? Semuanya dipengaruhi mutu pilihan kita sendiri (dengan asumsi Pemilu ini tak diwarnai kecurangan lho). (lebih…)

Read Full Post »

Mulai sekarang, jangan percaya rating. Lupakan saja. Apalagi kalau tujuannya sekadar mencari pembanding antara satu acara TV terhadap lainnya. Karena rating samasekali bukan ukuran pembanding mutu. Mosok hanya karena program A ratingnya lebih kecil dibanding Program B, maka kesimpulannya Program B dianggap lebih bagus? Buktinya, acara Kick Andy (Metro TV) yang ratingnya kecil, malah terpilih sebagai program TV terbaik 2009.

Adalah Yayasan Science Etika Teknologi –bekerjasama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, Yayasan Tifa dan Jaringan Masyarakat Pemerhati Televisi– yang bikin penelitian sendiri melibatkan 220 responden terpelajar dan pemerhati acara TV di 11 kota besar. Kemudian hasilnya dipaparkan sebagai riset rating acara TV. Temuannya mengagetkan: selain Kick Andy yang dipilih 22,3% responden, Sindo (RCTI) dengan 3,6% dan Liputan 6 (SCTV) yang disokong 3,2% suara –contoh dari jenis-jenis program yang jarang dapat rating bagus dari lembaga survey– ternyata malah terpilih jadi program TV terbaik tahun ini. (lebih…)

Read Full Post »

Memang judul di atas lebih tepat diletakkan dalam konteks Pemilu Presiden yang masih tiga bulan lagi. Tapi penulis sengaja melansirnya jauh-jauh hari. Karena tak banyak yang menyadari, komposisi masyarakat Indonesia kini telah berubah samasekali. Padahal perubahan ini berdampak besar. Misalnya berakibat terjadi pergeseran target audience. Yang itu berarti perubahan perilaku, kebiasaan, bahkan sikap politik. Yang berakibat cara-cara beriklan lama, kini tak lagi relevan digunakan. Siapa tahu tulisan sederhana ini dibaca para manajer kampanye capres, dan bisa bermanfaat dalam mengefektifkan pesan periklannya menjelang Pilpres 2009 nanti.
(lebih…)

Read Full Post »