Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2014

Gambar

 

Bisnis adalah Perang – Sun Tzu

Kata Sun Tzu, Panglima perang asal Tiongkok, bahkan Bisnis pun adalah wujud lain dari Peperangan. Dan seperti halnya tujuan Perang, ujung dari segala aktivitas bisnis, adalah penaklukan. Atau pengendalian kekuatan pihak lain.

Tak peduli apa pun industri yang sedang kita geluti  –Ritel, consumer goods, Perbankan, Farmasi, Komunikasi, bahkan Media— modus berbisnisnya tak pernah lepas dari aksioma Perang tadi: Tujuannya adalah penaklukan. Orientasinya pengendalian pasar (Baca dengan suara lirih: Memuaskan Konsumen). (lebih…)

Read Full Post »

Gambar

Source: http://bit.ly/1dklUIv

Content is Infinite. But Attention is Finite. Beware Disruption.

Fakta ini mengejutkan! Sejumlah 52% perusahaan Fortune 500, telah lenyap sejak Tahun 2000. Selama periode itu, keutuhan organisasi di 97% perusahaan, telah rusak. Penyebabnya, bukan karena para perusahaan kampiun Global itu tak fleksibel dan kurang adaptif terhadap perubahan. Bukan pula karena mereka bersikap puritan, kolot, dan tak bervisi masa depan. Tapi, karena menjadi korban Disruption Revolution. Boleh jadi, karena banyak yang lupa atau salah membaca fenomena Long Tail.

(lebih…)

Read Full Post »

 

Masa depan pengetahuan dipengaruhi keberanian bertanya & nyali mempertanyakan. Karena, di tengah lansekap yang chaotic, cuma konsumen yang cerdas dan punya skill menemukan cara baru untuk tahu, yang berpeluang ‘selamat’. Maka, sikap skeptical knowing, mutlak. Yakni berpengetahuan cara mengetahui yang benar dari yang ‘benar’. Atau menjadi ‘korban’.

Gambar

Ada ungkapan survival of the most focused. Makna tak-harfiahnya, yang ‘selamat’ di tengah badai isu dan banjir polusi informasi di zaman gaduh sekarang ini, adalah yang paling ‘awas’. Yang paling mampu mempertahankan fokus perhatian. Senantiasa berwaspada kepada ‘tanda-penanda-pertanda’ yang musti diperhatikan. Seperti ilustrasi di atas: mampu bermeditasi. Sanggup tetap fokus. Walau ada di tengah keramaian lalu lalang orang. Dan hal-hal lain yang mendistraksi.

Itu bermakna, Media yang survive masa depan, dituntut mampu mengantarkan kontennya menjadi fokus yang  meditative bagi audiensnya. Tak sekadar ada untuk menambah kebisingan dari kegaduhan yang makin ingar-bingar. (lebih…)

Read Full Post »

Arah Panah

Gara-gara Revolusi Konsumen, perkembangan Digital/Online kini ada di simpang jalan. Euforia serba-digital yang tadinya dibayangkan akan menjadikan lansekap lebih ‘inklusif’, ‘terbuka’, ‘transparan’, bahkan ‘demokratis’, ternyata justru memicu reaksi bertolak belakang. Hype-nya diasosiasikan cenderung berdampak negatif. Lansekap yang inklusif, tadinya diharapkan akan menkondusifkan tumbuhnya rasa percaya antar-satu-sama-lain. Tapi yang kini berkembang di flatworld, justru sikap distrust. (lebih…)

Read Full Post »