Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember 27th, 2014

Media Sosial Tradisional

Sumber ilustrasi: http://bit.ly/16PHMsM

We are not the sum of everything we have said or done or experienced or published. We are not ‘the result’. Nor ‘the product’. We represent how we feel and who we are today – right now. We no longer have to capture the ‘real world’, and recreate it online. Ephemerality is a must. Ephemerality is the core of all conversations. Talking through content not around it. With friends, not strangers. We’re going to change the world. Because this IS NOT the one that we want to live in –Evan Spiegel, CEO Snapchat.

Ini hikmah lain dari peretasan situs Sony Picture Entertainment oleh hacker yang menyebut dirinya Guardians of Peace: bahwa Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApps dan lainnya, diprediksi mulai memasuki fase declining. Menurut bocoran, kini ada gelombang perubahan yang segera mendisrupsi lansekap media sosial, menuju zaman baru, yang disebut era ephemeral networks, diringkas ephemeralnet.

Trendsetter kebangkitan ephemeralnet ini, applikasi Snapchat. Menariknya, Snapchat menyebut dirinya bukan kategori media sosial tradisional. Bukan yang mengiming-imingkan network ke jejaring luas. Bukan juga yang menganggap banyak teman adalah keren. Apalagi yang ingin tahu urusan pembicaraan dan fikiran para user-nya. Bahkan yang ingin menguasai segala konten yang mereka bikin dan sebarkan. (lebih…)

Read Full Post »