Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2016

Krisna Murti dkk

Indonesia berpenduduk ratusan juta dengan kekayaan sumber daya alam yang mungkin lebih besar daripada negara Asia yang lain. Tidak masuk akal untuk mengucilkan sekelompok besar orang yang duduk di atas sumber daya ini, kecuali memang ada alasan yang amat sangat kuat.” – Presiden AS ke-35, John F. Kennedy

Apa yang terbersit di fikiran, ketika disebut kata “Indonesia”? Buat sebagian orang, mungkin yang terlintas adalah”negeri gaduh”, “koruptor”, “kemiskinan”, “terrorisme”. Atau jawaban berkonotasi negatif lainnya.

Keluarnya peringatan travel advice dari pemerintah Australia, mungkin menjadi salah satu argumennya. Seperti diumumkan di situs smartraveller.gov.au, Indonesia mereka golongkan sebagai (lebih…)

Read Full Post »

Mandi Bahagia

Silahkan jadi kritikus tentang apapun di negeri ini, tapi jangan lupakan nasionalisme kalian. Jangan cuma kaya kritik tapi miskin jiwa negarawan”  – Dian Nafi, Sarvatraesa: Sang Petualang

 

Ini mengejutkan: baru di tahun 2016 ini publik mengetahui, bahwa definisi kemiskinan di Indonesia, ternyata salah. Sebab alat ukur, cara pengukuran dan konsep acuan kemiskinan di Indonesia selama ini, ternyata sudah kadaluwarsa. Sehingga hasilnya pun misleading.

Akibat konsep kemiskinan masih disalah-pahami, analis pesimis, target Pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan akan bisa tercapai. (lebih…)

Read Full Post »

Indonesia Bahagia

Good Country is not about economic growth. This is not about money. This is about attitude. This is about culture. This is about a government and a people that care about the rest of the world and have the imagination and the courage to think outwards instead of only thinking selfishly. – Simon Anholt, global policy advisor.

Demi memperbaiki citra Indonesia agar tak kian terpuruk, Presiden Joko Widodo mendesak perlu segera dilakukan country branding. Tapi praktik country branding di banyak Negara memberi pelajaran: kampanyenya bisa terjebak sekadar kegiatan pencitraan yang taktikal belaka. Artinya, reputasi yang dibangun, menjadi sekadar kosmetika palsu. Persepsi yang semu belaka. Bahkan bisa menjerumuskan. (lebih…)

Read Full Post »

1 Pramuka Scout Challenge

 

Millennials acquire news for many reasons, which include a fairly even mix of civic motivations (74 percent), problem-solving needs (63 percent), and social factors (67 percent) such as talking about it with friends.” – Media Insight Project.

Berupaya menyelamatkan riwayat Koran, kok dengan cara mengandalkan kaum Millennial sih? Paradoks banget yak? ‘Kan anak-anak Millennials –bahkan yang lahir setelah era tersebut– akrabnya justru dengan gadget? Pola bermedianya ‘kan serba online dan digital? Yang berarti, para millennial ini sudah “tak butuh” lagi Koran?

Komentar dan anggapan tersebut, mungkin otomatis berkelebat, saat membaca judul artikel ini. (lebih…)

Read Full Post »